PRAKIRAAN MUSIM KEMARAU 2009

27 05 2009

kemarauPrediksi cuaca di Yogyakarta hari ini berawan, suhu udara antara 22- 330C, kelembaban antara 51 – 96% dan angin bertiup dari tenggara dengan kecepatan mencapai 18 km/jam.. Demikian sepenggal kalimat tentang informasi prakiraan cuaca harian yang sering kita jumpai di media cetak atau kita dengar dan lihat di media elektronik.

Informasi prakiraan cuaca seperti di atas sangat penting bagi operator dan pengguna alat transportasi, wisatawan bahkan nelayan karena dapat menunjang keberhasilan pekerjaan atau aktifitas mereka yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya. Namun jika yang membutuhkan adalah petani yang notabene pengguna jasa informasi iklim, apakah prakiraan cuaca tadi telah mengcover kebutuhan mereka? Tentu tidak. Prakiraan cuaca tidak dapat menjelaskan bagaimana prospek hujan bulan depan dan kapan awal musim hujan atau musim kemarau terjadi. Hal ini disebabkan karena  cuaca dan iklim mempunyai rentang waktu yang berbeda.

Cuaca adalah kondisi atmosfer di suatu tempat yang terjadi dalam waktu singkat sedangkan iklim merupakan rata-rata cuaca yang terjadi dalam waktu puluhan tahun. Istilah yang erat kaitannya dengan iklim adalah musim. Musim didefinisikan sebagai rentang waktu yang di dalamnya terdapat kondisi cuaca yang dominan. Bila cuaca yang dominan adalah hujan maka dinamakan musim hujan dan bila yang dominan adalah cerah atau berawan maka dinamakan musim kemarau.

Apabila kita cermati opini masyarakat yang berkembang sekarang ini, telah terjadi persepsi yang keliru yang menganggap bahwa musim hujan berarti “tiada hari tanpa hujan” dan musim kemarau berarti “tiada hari tanpa cerah atau berawan”, maka jangan heran ketika terjadi hujan di musim kemarau sering dikatakan “udan salah mongso”. Sebenarnya ditinjau dari ilmu meteorologi tidak demikian. Dikatakan musim hujan jika dalam satu dasarian atau sepuluh hari curah hujannya mencapai 50 mm atau lebih diikuti dua dasarian berikutnya. Bisa jadi dalam rentang sepuluh harian itu terdapat hari-hari tanpa hujan. Sebaliknya musim kemarau terjadi jika dalam satu dasarian atau sepuluh hari curah hujannya kurang dari 50 mm diikuti dua dasarian berikutnya. Jadi tidak tertutup kemungkinan selama musim kemarau turun hujan walaupun dengan intensitas ringan dan jumlah hari hujan sedikit.

Ramalan atau Prakiraan?

Sering kali kita mendengar istilah ramalan cuaca dari masyarakat yang sampai sekarang mungkin masih digunakan. Bagi kalangan akademisi, istilah tersebut tentu tidak tepat, memang kelihatannya sepele. Tetapi ada perbedaan mendasar antara istilah ramalan dan prakiraan. Ramalan identik dengan praktek paranormal yang dilakukan menggunakan pranalar atau ilmu kebatinan untuk mengetahui nasib atau apapun yang berhubungan dengan hidup seseorang di masa mendatang. Sementara itu prakiraan dibuat berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah menggunakan ilmu pengetahuan yang dipelajari di institusi pendidikan formal dan dapat dijelaskan secara logika. Karena itu istilah prakiraan digunakan untuk menduga kondisi cuaca atau iklim yang belum terjadi.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) selama ini mengeluarkan dan mempublikasikan secara berkala informasi prakiraan musim baik itu musim hujan maupun musim kemarau. Untuk prakiraan musim hujan di terbitkan pada bulan September dan prakiraan musim kemarau diterbitkan pada bulan Maret setiap tahunnya.

Informasi prakiraan musim kemarau berguna sebagai acuan bagi instansi-instansi terkait dan pihak-pihak tertentu dalam menentukan kebijakan terkait rencana kerja yang telah di susun sebelumnya. Bagi petani, awal musim kemarau digunakan untuk menentukan awal musim tanam khususnya untuk tanaman-tanaman yang tidak menghendaki curah hujan banyak seperti tembakau dan bawang merah.

Prakiraan Awal Musim Kemarau 2009

Sebagai dasar pertimbangan dalam pembuatan prakiraan musim kemarau, kami memantau dan memprakirakan enam fenomena alam, yaitu tiga Fenomena Global  yang terdiri dari El Nino-La Nina, Dipole Mode dan MJO (Madden Julian Oscilation) serta tiga Fenomena Regional meliputi Sirkulasi Monsun Asia-Australia, Daerah Pertemuan Angin Antar Tropis, dan Suhu Muka Laut di Perairan Indonesia yang akan terjadi selama musim kemarau 2009.

Awal musim kemarau dinotasikan sebagai kombinasi antara bulan dan dasarian.   Mei I artinya bulan Mei dasarian ke 1. Dasarian I dimulai dari tanggal 1 sampai dengan tanggal 10, dasarian II antara tanggal 11 sampai dengan tanggal 20 dan dasarian III dari tanggal 21 sampai dengan akhir bulan.

Untuk wilayah Yogyakarta awal musim kemarau bervariasi tiap-tiap daerah. Awal musim kemarau untuk kota Yogyakarta dimulai pada Mei II, Kulon Progo bagian utara Mei II dan Kulon Progo bagian selatan Mei III, Sleman Mei II, Bantul bagian utara Mei II serta Bantul bagian selatan Mei III. Untuk Gunung Kidul bagian utara awal musim kemarau dimulai Mei II, Gunung Kidul bagian barat daya Mei III dan Gunung Kidul bagian tenggara Mei I.

Prakiraan Sifat Hujan Musim Kemarau 2009

Sifat hujan musim kemarau didefinisikan sebagai perbandingan banyaknya curah hujan selama musim kemarau dengan standar normal curah hujan musim kemarau selama periode 30 tahun. Ada tiga kategori sifat hujan, yang pertama Bawah Normal (BN) bila akumulasi curah hujan kurang 85% dari nilai normalnya. Kedua Normal (N) bila akumulasi curah hujan antara 85% sampai dengan 115% dari normalnya dan ketiga Atas Normal (AN) bila akumulasi curah hujan lebih 115% dari normalnya.

Secara umum sifat hujan musim kemarau untuk wilayah Yogyakarta bervariasi tiap-tiap daerah. Sifat hujan Bawah Normal terjadi di sebagian besar Gunung Kidul dan Normal terjadi di Bantul bagian utara, Sleman, Gunung kidul bagian utara, Kota Yogyakarta dan Kulon Progo bagian tengah dan utara. Sementara itu untuk sifat hujan Atas Normal terjadi di Bantul bagian selatan, Kulon Progo bagian selatan dan Gunung Kidul bagian barat daya.

About these ads

Actions

Information

4 responses

24 07 2009
mandor

Saya mau tanya tentang Badai El Nino
1. Apakah El Nino itu ..
2. El Nino disebabkan oleh apa..
3. Dampaknya dari El Nino apa…
4. Masyarakat harus berbuat bagaimana untuk mengantisipasi ….

31 08 2009
sigitbmkgjogja

Mohon maaf mas Mandor baru sempat balas pertanyaan anda. Untuk Jawaban semua pertanyaan sudah tercover dalam artikel terbaru saya dengan judul ” El Nino datang, Kekeringan Mengancam”. Mudah-mudahan artikel ini dapat memberikan pencerahan, terima kasih

2 09 2009
erina

Pak sigit, saya dari rakosa radio.Kami punya acara Live interview Jogja kita ,jadi wawancara by phone. Jika bapak berkenan,boleh kah kami kontak bapak? no berapa yg bisa kami hubungi? Tx

9 11 2009
sigitbmkgjogja

Aduh maaf mbak Erina baru balas sekarang. Abis sibuk jadi baru sempat cek blog. Boleh mbak, silakan kapan ada wawancara saya siap membantu. Bisa hub 081226978717. Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: